SeputarDesa.Com, BANGKALAN – Semangat religiusitas generasi muda di Kabupaten Bangkalan terus berkobar memasuki malam ke-4 bulan suci Ramadan 1447 H.
Puluhan pemuda dari Dusun Dangbiqih, Desa Mano’an, Kecamatan Kokop, berkumpul untuk melaksanakan tradisi Khatmil Qur’an dan tadarus bersama di Musholla Aruf Kenzo, Sabtu malam (21/02/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 20.30 WIB ini menjadi ajang bagi para pemuda untuk mengisi waktu luang dengan aktivitas produktif dan bernilai ibadah.
Di bawah bimbingan tokoh setempat, ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan secara bergantian, menciptakan suasana khidmat di tengah malam Ramadan.
Aruf Kenzo, penggerak pemuda sekaligus pemilik musholla, menegaskan bahwa menjaga tradisi keagamaan adalah tanggung jawab moral generasi saat ini.
Ia mengajak seluruh pemuda untuk tidak hanya menjadikan Ramadan sebagai rutinitas, tetapi sebagai momentum perubahan diri.
“Kami ingin nilai-nilai keagamaan tetap lestari di Dusun Dangbiqih. Di tengah gempuran arus digital, pemuda harus tetap memiliki ikatan yang kuat dengan tempat ibadah. Inilah benteng kita,” ujar Aruf Kenzo kepada awak media.
Menurutnya kegiatan positif ini selaras dengan keutamaan luar biasa yang menyertai malam ke-4 bulan Ramadan.
“Dalam literatur keagamaan, mereka yang menghidupkan malam keempat Ramadan dengan ibadah, seperti salat tarawih dan tadarus, disebut akan mendapatkan pahala yang setara dengan membaca empat kitab suci, yakni Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Selain itu Aruf Menuturka, tadarus bersama ini memiliki beberapa manfaat strategis bagi pemuda. Sebab, setiap huruf yang dibaca di bulan Ramadan mendapatkan balasan sepuluh kebaikan yang berlipat.
“Aktivitas tadarus terbukti memberikan efek relaksasi dan ketenangan hati.Menjadi ruang diskusi positif antar pemuda guna menjauhi kegiatan negatif di malam hari,” Tambah Nya.
Tokoh Masyarakat Desa Mano’an, Rustam, yang turut hadir memantau kegiatan, memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai keberadaan puluhan pemuda di Musholla menunjukkan bahwa kesadaran beragama di tingkat dusun masih sangat terjaga.
“Melihat puluhan anak muda antusias mengaji adalah pemandangan yang menyejukkan. Saya berharap semangat ini tidak luntur hingga akhir Ramadan nanti, karena pemuda adalah wajah masa depan desa kita,” pungkas Rustam.








