SeputarDesa.Com, BANGKALAN – Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan terus mengintensifkan upaya pembinaan karakter generasi muda sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Melalui pilar Bhabinkamtibmas, Polres Bangkalan membekali para pelajar dengan nilai disiplin dan kesadaran hukum guna membentengi mereka dari potensi kenakalan remaja.
Langkah konkret ini ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Polres Bangkalan, Brigpol Herlambang Wahyu Anafis Satriatama. Ia menggelar forum motivasi dan interaksi humanis bersama puluhan anak usia sekolah di sebuah pusat belajar komunal di kawasan Kota Bangkalan, Sabtu (30/5/2026).
Dalam arahannya, Brigpol Herlambang menekankan pentingnya menumbuhkan kepatuhan terhadap hukum serta penghormatan kepada figur otoritas, seperti orang tua dan guru, sebagai fondasi utama meraih kesuksesan di masa depan.
“Kunci keberhasilan dalam kehidupan bermula dari restu orang tua dan bimbingan guru. Oleh karena itu, rasa hormat dan patuh kepada mereka merupakan modal dasar yang wajib dimiliki setiap anak,” ujar Herlambang.
Salah satu poin krusial yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah pengenalan konsep Self-Policing atau menjadi polisi bagi diri sendiri. Pendekatan ini bertujuan agar setiap anak memiliki kontrol internal yang kuat dalam menyaring perilaku mereka di kehidupan sehari-hari.
“Kami mengajak adik-adik sekalian untuk mampu menjadi polisi bagi diri sendiri. Artinya, kalian harus memiliki kesadaran mandiri untuk menjaga sikap, menaati aturan hukum, serta menjauhi segala bentuk tindakan menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” tambahnya.
Selain aspek disiplin, Brigpol Herlambang juga menanamkan nilai-nilai empati dan kepedulian sosial. Ia berharap generasi muda di Bangkalan dapat tumbuh menjadi pribadi yang peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya tanpa memandang perbedaan.
Forum edukasi ini diikuti oleh peserta didik dari latar belakang sosio-ekonomi yang sangat beragam. Mulai dari anak buruh tani, kuli bangunan, pedagang, pekerja swasta, anak yatim, hingga anak dari lingkungan aparatur negara seperti TNI, Polri, ASN, dan kepala desa.
Menyikapi keberagaman tersebut, Herlambang menegaskan bahwa status sosial keluarga bukanlah sebuah pembatas untuk meraih prestasi dan cita-cita tinggi.
“Perbedaan latar belakang keluarga bukan penentu masa depan kalian. Yang menentukan keberhasilan adalah konsistensi belajar, tingkat kedisiplinan, serta kerja keras yang kalian lakukan hari ini,” tegasnya.
Melalui pendekatan yang edukatif dan humanis ini, Polres Bangkalan berharap kehadiran Polri di tengah-tengah ruang informal masyarakat dapat menjadi katalisator lahirnya generasi penerus bangsa yang berintegritas, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.













