SeputarDesa.Com, BANGKALAN – Kualitas pengerjaan proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Dapur Kurnia Catering di Desa Tlokoh, Kecamatan Kokop, Bangkalan, memicu gelombang protes. Warga geram lantaran menu yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut dinilai jauh dari standar kelayakan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam video viral yang beredar pada Jumat (27/02), aroma ketidakberesan tercium kuat. Senjaya, salah satu warga dalam video tersebut, memberikan kesaksian pedas bahwa kualitas makanan yang diproduksi dapur tersebut kian merosot dan tidak memenuhi aturan.
“Menu semakin hari semakin tidak keruan. Ini seolah ada unsur kesengajaan dari pihak dapur menyajikan menu yang tidak sesuai aturan,” tegasnya dalam rekaman yang memicu reaksi keras netizen tersebut.
Tudingan dalam video tersebut menyasar langsung pada integritas pengelola dapur. Muncul dugaan kuat adanya praktik korupsi atau penyunatan anggaran demi mengejar keuntungan pribadi.
Pihak Dapur Kurnia Catering dituding abai terhadap kondisi gizi masyarakat Tlokoh yang seharusnya menjadi prioritas utama program pemerintah ini.
Dugaan manipulasi anggaran ini menjadi sorotan tajam, mengingat dana MBG seharusnya dialokasikan sepenuhnya untuk kualitas pangan, bukan justru dipangkas demi mempertebal kantong vendor.
Mencoba menepis tudingan miring, Kholil, petugas dari Dapur Kurnia Catering, membeberkan rincian harga satuan menu yang mereka keluarkan. Menurut versinya, biaya untuk dua butir telur dipatok Rp6.000, brownies Rp2.000, dan kurma Rp1.500.
Transparansi harga ini kini dituntut untuk diaudit lebih dalam; apakah benar-benar sesuai dengan realitas di lapangan atau hanya sekadar kamuflase angka untuk menutupi kualitas menu yang buruk.
Warga Kokop kini menanti tindakan tegas dari Satgas atau pihak terkait untuk mengusut tuntas kinerja Dapur Kurnia Catering. Jika terbukti ada “main mata” dengan anggaran, penghentian kerja sama dan proses hukum menjadi harga mati bagi kepercayaan masyarakat Tlokoh.
Ismail, selaku pengelola dari SPPG Bangkalan Kokop Tlokoh Dapur Kurnia Catering, menyampaikan bahwa roti yang pernah dipesan pada tanggal 23/2 tidak ada isinya, sehingga tidak akan dipesan lagi.
“Saya pastikan tidak akan ambil lagi karena roti tidak ada isinya, makanya ramai,” tuturnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa nilai anggaran menu pada tanggal 23 Februari 2026 yang sempat dikeluhkan itu memiliki rincian satuan: roti Rp3.000, telur Rp2.500, dan pisang Rp3.500.
“Kalau menu pada tanggal 27 Februari 2026, rincian anggarannya: 2 telur rebus Rp5.000 dan brownies Rp2.500, ditambah kurma Rp1.500. Jadi totalnya Rp9.000, Kak,” jelasnya.
Ismail juga berkomitmen akan mengevaluasi terkait distribusi paket MBG agar tetap transparan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang sudah ada di BGN.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah mengawal program pemerintah ini. Dengan adanya saran dan masukan, saya pastikan akan dilakukan evaluasi terkait distribusi paket MBG. Sehingga tetap transparan kepada masyarakat sesuai ketentuan BGN, serta memberikan menu yang memenuhi standar perhitungan gizi sekaligus harga yang sesuai,” tutupnya.











