Adu Karakter Vokal di Malam Idul Fitri: Power Ustadz Saweki vs Kelembutan Zainullah Guncang Dangbiqih

SeputarDesa.Com, BANGKALAN Dusun Dangbiqih, Desa Mano’an, Kecamatan Kokop, menjadi saksi bisu kemeriahan malam kemenangan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Memasuki pukul 00.24 WIB, Sabtu dini hari (21/3/2026).

Puluhan peserta yang berasal dari berbagai dusun di wilayah Desa Mano’an memadati musholla setempat untuk melantunkan takbir dalam sebuah ajang yang memadukan semangat generasi muda dan kewibawaan para senior.

Suasana religius semakin kental ketika dua karakter vokal yang kontras saling bersahutan. Ustadz Saweki, mewakili barisan senior, memukau hadirin dengan karakter vokal yang lantang dan besar. Suaranya yang bertenaga seolah memberi komando semangat bagi seluruh jamaah yang hadir.

Kontras dengan sang senior, Zainullah yang mewakili generasi muda tampil mempesona dengan karakter suara yang lebih kecil namun sangat lembut.

 Lantunan takbirnya yang merdu dan enak didengar memberikan nuansa kedamaian, menciptakan perpaduan harmoni yang syahdu di tengah keheningan malam pedesaan Bangkalan.

Kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran Aruf Kenzo. Content creator TikTok asal Desa Mano’an ini tidak hanya hadir sebagai tuan rumah di musholla tersebut, tetapi juga unjuk kebolehan.

Dengan teknik vokal yang mumpuni, Aruf melantunkan nada-nada takbir khas Qori’ Internasional, KH. Muammar ZA, yang menambah kekaguman para peserta.

Menurut Aruf, antusiasme puluhan peserta dari berbagai dusun ini merupakan wujud nyata kegembiraan umat setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.

“Melantunkan takbir selama satu malam suntuk adalah tanda kita merayakan kemenangan. Ini adalah ekspresi syukur yang paling dalam setelah satu bulan berjuang,” ungkap Aruf di sela-sela kegiatan.

Tradisi takbiran di Dusun Dangbiqih ini memang direncanakan akan terus bergema tanpa henti hingga fajar menyingsing, tepat sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri dimulai.

Kehadiran puluhan peserta dari berbagai penjuru desa ini membuktikan bahwa tradisi syiar Islam di Kecamatan Kokop tetap terjaga kuat, sekaligus menjadi sarana pemersatu antar warga di hari yang fitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *