Cegah Stunting Sejak Dini, Aruf Kenzo Ajak Calon Pengantin di Bangkalan Wajib Pre-marital Check-up Gratis

SeputarDesa.Com, BANGKALAN Memasuki gerbang pernikahan bukan sekadar persiapan pesta, melainkan persiapan membangun generasi yang sehat. Menanggapi hal tersebut, pegiat sosial dan TikToker Bangkalan yang kerap menjadi pelabuhan aspirasi masyarakat  Aruf Kenzo, menekankan pentingnya pasangan baru untuk melakukan pemeriksaan kesehatan atau premarital check-up sebelum melangsungkan pernikahan.

Dalam pernyataannya Aruf Kenzo menyoroti bahwa banyak pasangan muda yang masih mengabaikan pemeriksaan kesehatan karena dianggap rumit atau mahal. Padahal, layanan ini kini telah tersedia secara optimal dan gratis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Pasangan baru wajib memahami bahwa check-up pranikah adalah langkah preventif yang sangat krusial. Kita tidak hanya bicara soal kesehatan suami istri hari ini, tapi soal memutus mata rantai penyakit keturunan dan mencegah stunting pada calon anak kita nantinya,” ujar Aruf Kenzo saat ditemui di kawasan Kokop, Kamis (26/03).

Menurut Aruf, ada tiga poin utama mengapa pasangan di wilayah Kokop dan sekitarnya harus memanfaatkan layanan ini.

Deteksi Dini Penyakit: Mengidentifikasi risiko penyakit menular (seperti Hepatitis B, HIV, Sifilis) dan penyakit genetik (Talasemia) agar bisa dilakukan penanganan medis sejak dini.

Kesiapan Reproduksi: Memastikan kondisi hemoglobin (Hb) calon pengantin wanita dalam batas normal untuk mencegah anemia yang berisiko pada kehamilan.

Edukasi Gizi & Imunisasi: Mendapatkan suntik Tetanus Toxoid (TT) dan bimbingan gizi untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat.

Lebih lanjut, Aruf Kenzo mengapresiasi kemudahan akses yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui Puskesmas. Ia mengajak seluruh calon pengantin di wilayah tersebut untuk tidak ragu datang ke Puskesmas Kokop.

“Pelayanan di Puskesmas Kokop sudah sangat baik dan yang terpenting adalah gratis. Tidak ada alasan lagi bagi pasangan untuk menunda. Cukup bawa KTP dan dokumen pengantar dari desa, petugas akan melayani dengan profesional. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga ketahanan kesehatan keluarga,” tambah Aruf.

Pemeriksaan kesehatan ini disarankan dilakukan setidaknya tiga bulan sebelum hari pernikahan (H-3 bulan) agar jika ditemukan kondisi medis tertentu, masih tersedia waktu yang cukup untuk proses pengobatan atau pendampingan intensif.

“Mari kita mulai kehidupan baru dengan keterbukaan dan kesehatan. Keluarga yang sehat dimulai dari perencanaan yang matang,” tutup Aruf Kenzo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *