Tekan Risiko Persalinan Puskesmas Sepulu Sasar 15 Desa Lewat Kelas Ibu Hamil

SeputarDesa.Com, BANGKALAN – UPT Puskesmas Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur terus memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui program Kelas Ibu Hamil yang digelar secara rutin di seluruh wilayah kerjanya. Memasuki gelombang kedua pada Mei 2026, program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil sekaligus menekan angka kematian ibu dan bayi.

Kegiatan yang dilaksanakan empat kali dalam setahun itu mendapat dukungan penuh dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2026, sehingga pelaksanaannya dapat menjangkau desa-desa di Kecamatan Sepulu secara bertahap.

Kepala UPT Puskesmas Sepulu Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Slamet Fitriady mengatakan, program Kelas Ibu Hamil merupakan salah satu langkah preventif yang terus dioptimalkan pihak puskesmas demi meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan.

“Program Kelas Ibu Hamil ini menjadi salah satu bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Slamet Fitriady.

EDUKASI BUMIL: Pemberian Materi Oleh Petugas Puskesmas Sepulu

Menurutnya, edukasi yang diberikan kepada ibu hamil tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mencakup persiapan mental dan fisik menjelang proses persalinan.

“Kami ingin para ibu hamil memiliki pengetahuan yang cukup tentang pola makan sehat, perawatan kehamilan, tanda bahaya kehamilan, hingga kesiapan menghadapi persalinan,” katanya.

Hingga pertengahan Mei 2026, pelaksanaan Kelas Ibu Hamil gelombang kedua telah berlangsung di sejumlah desa, di antaranya Desa Klapayan, Bangsereh, Tanagurah Timur, Gangsean, Klabetan, Gunelap, dan Kelbung.

Dalam setiap pelaksanaan kegiatan, para peserta mendapatkan edukasi kesehatan, senam ibu hamil, sesi diskusi interaktif, hingga konsultasi langsung bersama petugas kesehatan.

Salah satu kegiatan yang berlangsung cukup antusias digelar di Desa Gunelap, Kecamatan Sepulu, pada Rabu (20/05/2026). Sejak pukul 09.00 WIB, para ibu hamil mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh semangat.

SENAM BUMIL: Olahraga Bumil Itu Penting Untuk Kesehatan Janin

“Antusiasme masyarakat, khususnya para ibu hamil, menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan edukasi kesehatan di setiap desa,” tutur Slamet.

Pada sesi edukasi, tenaga kesehatan memberikan pemahaman terkait pentingnya asupan nutrisi selama kehamilan serta pemantauan kesehatan ibu dan janin secara berkala. Kegiatan dilanjutkan dengan senam ibu hamil yang dipandu langsung oleh petugas kesehatan guna menjaga kebugaran dan kesiapan fisik menjelang persalinan.

Tidak hanya itu, suasana kegiatan juga berlangsung interaktif saat sesi diskusi dan konsultasi dibuka. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai keluhan maupun kendala yang dialami selama masa kehamilan.

“Kami berharap para ibu tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar setiap keluhan selama kehamilan dapat segera ditangani dengan tepat,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan edukasi mandiri, pihak puskesmas turut membagikan media panduan kesehatan yang dapat dipelajari peserta di rumah bersama keluarga.

Slamet menegaskan, keberlangsungan program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin.

“Pemeriksaan kehamilan secara berkala sangat penting untuk memastikan kondisi ibu dan janin tetap sehat hingga proses persalinan nanti,” jelasnya.

UPT Puskesmas Sepulu juga telah menjadwalkan kegiatan Kelas Ibu Hamil berikutnya di Desa Saplasah pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sementara desa-desa lain yang belum terjadwal akan tetap mendapatkan pelayanan serupa sesuai agenda yang telah disusun sepanjang bulan Mei.

“Kami berharap seluruh ibu hamil di wilayah Sepulu dapat menjalani masa kehamilan dengan sehat, aman, dan nyaman, sehingga nantinya dapat melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” pungkas Slamet Fitriady.

Program tersebut mengusung slogan “Melayani dengan Hati, Sehat Bersama Sepulu” sebagai bentuk semangat pelayanan kesehatan yang humanis dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *