SeputarDesa.Com, BANGKALAN – SMA Negeri 1 Tanjung Bumi (SMANTAB) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang mandiri, inovatif, dan berwawasan lingkungan. Melalui peluncuran program “Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan”.
Sekolah yang terletak di wilayah utara Bangkalan ini berupaya mendukung program strategis nasional sekaligus mewujudkan inisiatif besar “Madura Maju dan Unggul”.
Kepala SMAN 1 Tanjung Bumi, Abdul Wahed, mengajak seluruh elemen sekolah, mulai dari guru hingga siswa, untuk terlibat aktif dalam gerakan ini. Ia menekankan bahwa sekolah memiliki peran vital dalam mengedukasi siswa agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap isu kedaulatan pangan.
“Program ini dirancang bukan sekadar untuk penghijauan, melainkan sebagai laboratorium hidup bagi siswa untuk mempelajari siklus pangan secara menyeluruh, mulai dari teknik budidaya, pemanfaatan lahan sempit, hingga pengolahan hasil panen yang bernilai ekonomi,” ujar Abdul Wahed.
Inovasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pada akhir Januari 2025, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Mustakim, melakukan kunjungan langsung untuk memonitor perkembangan program tersebut.
Menurutnya, langkah SMANTAB sangat selaras dengan visi provinsi untuk melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Di lapangan, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis agribisnis, tetapi juga mengasah soft skill seperti kerja sama tim, tanggung jawab, dan jiwa kewirausahaan.
Melalui praktik langsung di kebun sekolah dan eksperimen nutrisi tanaman di laboratorium, siswa diajarkan untuk melihat peluang ekonomi di sektor pertanian modern.
“Kami ingin siswa memiliki kemandirian dan mampu melihat tantangan global sebagai peluang. Dengan sinergi antara guru dan murid, kami optimistis lulusan SMANTAB siap berkontribusi bagi ketahanan pangan daerah maupun nasional,” tambah pihak sekolah.
Dengan adanya program ini, SMA Negeri 1 Tanjung Bumi membuktikan bahwa pendidikan masa kini harus mampu memberikan solusi nyata di luar kelas, sekaligus mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan melalui kemandirian pangan.












