UPT Puskesmas Sepulu Perkuat Evaluasi dan Koordinasi Program Kesehatan, Fokus pada Klaster Ibu dan Anak

Seputardesa.com, BANGKALAN — UPT Puskesmas Sepulu, Kabupaten Bangkalan, menggelar Lokakarya Mini (Lokmin) Bulanan Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas program, mengevaluasi capaian pelayanan, serta menyusun langkah tindak lanjut peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pertemuan UPT Puskesmas Sepulu, Kabupaten Bangkalan. Lokakarya diikuti jajaran UPT Puskesmas Sepulu serta perwakilan Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan pada Selasa (4/8/2026).

Pada pelaksanaan Lokmin kali ini, pembahasan difokuskan pada peningkatan layanan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kesehatan masyarakat, khususnya pada Klaster 2 yang menaungi pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA).

Evaluasi mendalam dilakukan terhadap berbagai program lapangan agar intervensi kesehatan bagi ibu hamil, bayi, dan balita di wilayah kerja Puskesmas Sepulu dapat berjalan lebih optimal.

Kepala UPT Puskesmas Sepulu, Slamet Fitriady, menyampaikan bahwa Lokmin Bulanan menjadi ruang penting untuk melihat perkembangan pelaksanaan program kesehatan secara menyeluruh. Evaluasi tersebut diperlukan agar berbagai kegiatan, terutama di sektor KIA, terus diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Lokakarya mini bulanan menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi di lapangan, khususnya pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sekaligus menyusun rencana tindak lanjut agar layanan primer yang langsung menyentuh masyarakat ini semakin baik,” ujar Slamet Fitriady.

Menurutnya, koordinasi antarprogram memiliki peran vital dalam memastikan pelayanan kesehatan masyarakat berjalan secara terarah. Setiap capaian maupun hambatan yang ditemukan dalam kegiatan Klaster 2 menjadi bahan penajaman strategi intervensi berikutnya.

Lokmin juga menjadi sarana untuk menyatukan pemahaman seluruh unsur pelayanan dalam memperkuat integrasi layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja UPT Puskesmas Sepulu.

Dalam kegiatan tersebut, Tim TPCB Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan hadir guna mendampingi Puskesmas, memberikan pembinaan, arahan, serta penguatan terhadap pelaksanaan program Klaster 2 agar selaras dengan target dan standar pelayanan minimal.

Kehadiran Tim TPCB Dinas Kesehatan Bangkalan menjadi bagian dari proses pendampingan, pembinaan, sekaligus evaluasi agar program-program prioritas kesehatan ibu dan anak di tingkat puskesmas tetap berjalan sesuai arah kebijakan daerah.

Slamet Fitriady menambahkan, hasil evaluasi Lokmin dipastikan berlanjut hingga tahap eksekusi di lapangan. Setiap persoalan terkait pelayanan KIA diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret yang melibatkan kerja sama antarpetugas, bidan desa, dan kader kesehatan.

“Yang paling penting bukan hanya mengetahui capaian angka, tetapi bagaimana hasil evaluasi ini diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Pelayanan kesehatan harus terus bergerak dinamis menyentuh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen seluruh jajaran dalam menjaga mutu pelayanan Klaster 2 secara berkelanjutan melalui komunikasi intensif dan kerja sama yang solid.

Lokakarya Mini Bulanan Agustus 2026 tersebut selanjutnya menjadi bahan utama penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) UPT Puskesmas Sepulu. Evaluasi dan arahan dari Tim TPCB Dinkes Bangkalan akan segera diterapkan dalam kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Sepulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *