Polsek Kokop Tertibkan Teror Pocong Jadi-Jadian di Desa Durjan, Tiga Pembuat Konten Minta Maaf

SeputarDesa.Com, BANGKALAN – Kepolisian Sektor (Polsek) Kokop, Polres Bangkalan, menertibkan aksi teror pocong jadi-jadian yang sempat meresahkan warga Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan. Tiga pembuat konten yang diketahui melakukan aksi tersebut pada malam hari akhirnya diberikan pembinaan serta dimediasi pada Jumat (5/6/2026).

Penertiban dilakukan setelah identitas para pembuat konten berhasil diketahui. Selanjutnya, ketiga nya dibawa ke rumah Kepala Desa Durjan, H Mahrus Ali, untuk diberikan arahan, pembinaan, dan mediasi terkait perbuatan yang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

AIPDA Eko Kurniawan Putra dari Polsek Kokop mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat serta mencegah munculnya keresahan yang lebih luas.

“Kami melakukan penertiban terhadap aksi pocong jadi-jadian yang meresahkan warga, kami bersama pemerintah desa melakukan pembinaan dan mediasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar AIPDA Eko Kurniawan Putra.

Menurutnya, tindakan mereka yang beraksi pada malam hari berpotensi mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan persuasif dan edukatif dipilih sebagai langkah penyelesaian.

“Polsek Kokop mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Situasi sudah terkendali dan para pembuat konten telah menyadari kesalahannya,” tambahnya.

Kepala Desa Durjan, H Mahrus Ali, turut memberikan arahan kepada ketiga warganya. Ia menegaskan bahwa seluruh warga harus menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan ketakutan di lingkungan masyarakat.

“Saya meminta kepada para pembuat konten agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Desa Durjan harus tetap kondusif, aman, dan tentram. Jangan sampai tindakan yang dianggap bercanda justru merugikan dan membuat masyarakat resah,” tegas Mahrus.

Dalam kesempatan tersebut, ketiga pembuat konten pocong jadi-jadian juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Desa Durjan atas aksi yang telah mereka lakukan. Mereka mengakui kesalahan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di masa mendatang.

Salah satu dari remaja pembuat konten pocong jadi-jadian menyampaikan penyesalannya di hadapan aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat yang hadir dalam proses mediasi.

“Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Desa Durjan atas perbuatan yang telah kami lakukan. Kami menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi aksi yang membuat warga merasa takut dan tidak nyaman,” ucap salah satu pelaku.

Polsek Kokop bersama Pemerintah Desa Durjan berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat, khususnya kalangan pemuda, agar lebih bijak dalam bertindak dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Dengan adanya pembinaan, mediasi, serta permintaan maaf dari para ketiganya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Durjan saat ini telah kembali kondusif.

Aparat kepolisian dan pemerintah desa mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kerukunan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *