SeputarDesa.Com, BANGKALAN – Sosok Aruf Kenzo kembali menunjukkan sisi religiusnya di tengah kesibukan sebagai penggiat media sosial. Pada Jumat (6/3/2026), pria yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat kecil ini memimpin keluarga besarnya melaksanakan tadarus bersama di Desa Manoan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan yang bertepatan dengan malam 17 Ramadhan ini diikuti dengan kompak oleh saudara, ponakan sepupu, hingga para ipar. Bagi Aruf, konsistensi menyiarkan tadarus bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya menjaga warisan spiritual yang telah turun-temurun dilakukan di desanya.
Sebagai sosok yang pernah mengenyam pendidikan nyantri di salah satu pondok pesantren di Pamekasan, Aruf Kenzo memberikan penjelasan mendalam kepada keluarganya mengenai keutamaan tadarus di bulan suci.
Ia menekankan bahwa setiap huruf yang dibaca di bulan Ramadhan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda.
“Kita tidak hanya membaca teks, tapi kita sedang menjemput syafaat. Terlebih di malam Nuzulul Qur’an ini, keberkahan Allah turun berlipat-lipat bagi mereka yang menghidupkan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan bahwa melestarikan tradisi tadarus peninggalan orang tua adalah bentuk dedikasi agar nilai-nilai agama tidak luntur oleh zaman.
Kombinasi antara didikan pesantren di Pamekasan dan aktivitasnya di media sosial membuat Aruf Kenzo memiliki pandangan yang luas. Meski aktif di dunia digital, ia tetap berpijak pada nilai-nilai kesantrian, terutama dalam membantu masyarakat kecil.
Kegiatan tadarus bersama keluarga ini menjadi bukti bahwa di balik layar ponselnya, Aruf adalah sosok yang sangat menjaga silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah.
Aksi nyatanya di desa ini diharapkan menjadi contoh bagi pengikutnya di media sosial bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat seseorang lupa akan akar tradisi dan kewajiban agama.












