SeputarDesa.Com, BANGKALAN – Puskesmas Kokop, Kabupaten Bangkalan, terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui inovasi KOMBESPOL (Kokop Bebas Eklampsi Sampai Angka Nol) yang difokuskan pada pencegahan dan deteksi dini risiko preeklamsia pada ibu hamil.
Kepala Puskesmas Kokop, Hj. Zaitun Ermawati, menjelaskan bahwa inovasi tersebut bertujuan untuk menekan angka kejadian preeklamsia dan eklampsia yang menjadi salah satu penyebab utama komplikasi kehamilan.
“Melalui KOMBESPOL, seluruh ibu hamil dijaring dan dipantau sejak awal masa kehamilan. Kami melakukan pemeriksaan secara berkala, terutama terhadap tekanan darah ibu hamil sebagai langkah deteksi dini,” ujar Hj. Zaitun Ermawati, Selasa (16/06/2026).

Menurutnya, ibu hamil yang ditemukan memiliki tekanan darah di atas batas normal akan segera mendapatkan penanganan medis sesuai standar pelayanan kesehatan yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah berkembangnya kondisi preeklamsia menjadi eklampsia yang dapat membahayakan ibu maupun janin.
Program KOMBESPOL saat ini telah dilaksanakan di 13 desa yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Kokop. Kegiatan pemantauan dan skrining kesehatan ibu hamil dilakukan secara terjadwal dengan melibatkan tenaga kesehatan, bidan desa, serta dukungan masyarakat setempat.
Hj. Zaitun menuturkan bahwa selama pelaksanaan program, pihaknya telah melakukan kegiatan pemantauan sebanyak dua kali dalam satu tahun. Dari hasil evaluasi sementara, program tersebut menunjukkan dampak positif terhadap penurunan kasus ibu hamil yang harus dirujuk akibat preeklamsia.
“Alhamdulillah, saat ini mulai terlihat penurunan jumlah pasien rujukan dari bidan desa dengan kasus preeklamsia. Ini menjadi indikator bahwa upaya pencegahan dan deteksi dini yang dilakukan mulai memberikan hasil,” katanya.
Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan dapat disertai gangguan pada organ tubuh lainnya. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi eklampsia yang ditandai dengan kejang dan berisiko mengancam keselamatan ibu serta bayi.
Melalui inovasi KOMBESPOL, Puskesmas Kokop berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin semakin meningkat.
Selain itu, program ini diharapkan mampu mewujudkan pelayanan kesehatan ibu hamil yang lebih optimal sehingga angka kejadian preeklamsia dan eklampsia dapat ditekan semaksimal mungkin.
Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan, bidan desa, kader kesehatan, serta dukungan keluarga, Puskesmas Kokop optimistis target “Kokop Menuju Preeklamsia dan Eklampsia Sampai Angka Nol” dapat diwujudkan secara bertahap demi meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di wilayah Kecamatan Kokop.







