Seputardesa.Com, BANGKALAN – UPT Puskesmas Kokop terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah gizi pada balita.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui prinsip pelayanan RAPI, yaitu Ramah, Amanah, Profesional, dan Inovatif. Prinsip ini menjadi landasan bagi jajaran UPT Puskesmas Kokop dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kepala UPT Puskesmas Kokop, Zaitun Ermawati, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada penanganan ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga harus mengutamakan upaya promotif, preventif, deteksi dini, dan pemantauan secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan dengan RAPI, yaitu Ramah, Amanah, Profesional, dan Inovatif. Bagi kami, pelayanan kesehatan harus diberikan dengan pendekatan yang humanis, profesional, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Zaitun Ermawati Pada Jumat (4/8/2026).

Sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan anak, UPT Puskesmas Kokop melakukan pendampingan pemeriksaan rujukan terhadap balita yang mengalami masalah gizi.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan dokter spesialis anak di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan. Langkah ini menjadi bagian dari sistem pelayanan berjenjang untuk memastikan anak mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan medisnya.
Masalah gizi pada balita memerlukan perhatian dan pemantauan yang berkesinambungan. Pemeriksaan tidak hanya diperlukan untuk mengetahui kondisi anak pada saat tertentu, tetapi juga untuk melihat perkembangan pertumbuhan dan status kesehatannya dari waktu ke waktu.
Zaitun mengatakan bahwa pemantauan secara berkala merupakan salah satu langkah penting dalam mendeteksi kemungkinan adanya masalah pertumbuhan maupun nutrisi sejak dini.
“Kami mendampingi pemeriksaan rujukan balita dengan masalah gizi bersama dokter spesialis anak di RSUD Syamrabu Bangkalan. Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya kami memastikan anak mendapatkan pemeriksaan dan tindak lanjut sesuai dengan kebutuhan kesehatannya,” jelasnya.
Menurut Zaitun, pemantauan tumbuh kembang anak harus dilakukan secara rutin. Perubahan kondisi anak, termasuk pertumbuhan dan status gizinya, perlu diketahui sedini mungkin agar dapat dilakukan tindak lanjut secara tepat.
Pemantauan tersebut membutuhkan kerja sama antara tenaga kesehatan, kader, dan keluarga. Orang tua juga diharapkan aktif mengikuti jadwal pemantauan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan perubahan pada kondisi anak.
“Pemantauan berkala adalah kunci utama untuk mendeteksi dini masalah nutrisi. Semakin cepat masalah diketahui, semakin cepat pula langkah tindak lanjut dapat dilakukan. Karena itu, kami mengajak orang tua untuk tidak mengabaikan pemantauan pertumbuhan dan kesehatan anak,” tegas Zaitun.
Upaya pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, serta berbagai unsur masyarakat.
Puskesmas memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kesehatan, melakukan pemantauan pertumbuhan balita, mengidentifikasi faktor risiko, memberikan intervensi sesuai kewenangan, serta melakukan rujukan apabila diperlukan.
Dalam konteks tersebut, keluarga menjadi bagian penting dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang sesuai, pola pengasuhan yang baik, lingkungan yang sehat, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Zaitun menekankan bahwa pencegahan stunting harus dibangun melalui kesadaran bersama dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab Puskesmas atau tenaga kesehatan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Keluarga, kader, pemerintah desa, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memastikan anak-anak kita mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” ungkapnya.
Melalui penguatan pelayanan RAPI – Ramah, Amanah, Profesional, dan Inovatif, UPT Puskesmas Kokop berupaya membangun pelayanan kesehatan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pendampingan terhadap balita dengan masalah gizi menjadi salah satu bentuk nyata bahwa pelayanan kesehatan membutuhkan kesinambungan antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dan fasilitas pelayanan rujukan.
Deteksi dini, pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, pendampingan keluarga, serta rujukan yang tepat merupakan rangkaian yang saling berkaitan dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak.
UPT Puskesmas Kokop berharap keterlibatan aktif seluruh pihak dapat terus diperkuat sehingga berbagai permasalahan kesehatan dan gizi pada anak dapat diketahui lebih awal dan mendapatkan tindak lanjut yang sesuai.
Dengan semangat “Melayani dengan RAPI”, UPT Puskesmas Kokop berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan kesehatan yang ramah, amanah, profesional, dan inovatif demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat serta generasi masa depan yang berkualitas.
“Bersama-sama cegah stunting demi masa depan bangsa.”







