Seputardesa.Com, BANGKALAN – Semangat untuk terus mengembangkan potensi peserta didik kembali dibuktikan oleh UPTD SMPN 1 Tragah. Tidak hanya mengejar prestasi akademik, sekolah yang dipimpin Suparni, S.Pd. tersebut juga memberikan ruang luas bagi siswa untuk berkembang melalui bidang olahraga dan berbagai kegiatan positif lainnya.
Hasilnya, dua siswi UPTD SMPN 1 Tragah berhasil mengukir prestasi dalam Olimpiade Olahraga Pelajar (O2P) Bangkalan pada cabang olahraga pencak silat.
Adalah Shifa Anastasya, siswi kelas F SMP Putri, yang berhasil menunjukkan performa terbaiknya hingga keluar sebagai Juara 1 Tanding. Sementara Rima Novi Yanti, siswi kelas E SMP Putri, juga tampil membanggakan dengan meraih Juara 3 Tanding.
Dua prestasi tersebut bukan sekadar angka dan piala. Di balik keberhasilan itu terdapat proses panjang, keberanian untuk berkompetisi, kedisiplinan dalam berlatih, serta mental pantang menyerah yang terus ditanamkan kepada para siswa.
Kepala UPTD SMPN 1 Tragah, Suparni, menegaskan bahwa keberhasilan peserta didik tidak boleh hanya dilihat dari hasil akhir. Menurutnya, keberanian seorang siswa untuk berlatih, menghadapi tekanan pertandingan, menerima kekalahan, kemudian bangkit kembali merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.
“Bagi kami, prestasi bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan juara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak belajar berjuang, disiplin, bertanggung jawab, berani menghadapi tantangan dan tidak mudah menyerah,” ujar Suparni pada Rabu (9/9/2026).
Sebagai kepala sekolah, Suparni menyadari bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk menemukan dan mengembangkan potensi setiap peserta didik.
Tidak semua anak memiliki keunggulan yang sama. Ada yang menonjol dalam bidang akademik, ada yang memiliki kemampuan seni, teknologi, organisasi, maupun olahraga. Karena itu, sekolah harus hadir memberikan kesempatan agar setiap potensi tersebut dapat tumbuh dan berkembang.
Bagi Suparni, tugas seorang pemimpin sekolah bukan hanya memastikan proses pembelajaran berjalan di dalam kelas. Lebih dari itu, kepala sekolah harus mampu membangun ekosistem pendidikan yang mendorong siswa berani bermimpi, berani mencoba, dan berani berprestasi.
“Anak-anak harus diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuannya. Ketika mereka memiliki potensi, tugas kita sebagai pendidik adalah mendampingi, mengarahkan dan memberikan motivasi agar potensi itu menjadi prestasi,” lanjutnya.
Pencak silat dipandang bukan semata-mata sebagai olahraga bela diri. Di dalamnya terdapat nilai-nilai yang sangat relevan dengan pendidikan karakter, seperti kedisiplinan, keberanian, sportivitas, ketekunan, pengendalian diri dan rasa tanggung jawab. Nilai-nilai itulah yang menurut Suparni penting ditanamkan kepada generasi muda.
Pertandingan menjadi ruang pembelajaran yang nyata bagi siswa. Mereka belajar bahwa kemenangan tidak datang secara instan.
Ada latihan yang melelahkan, ada rasa gugup sebelum pertandingan, ada kemungkinan kalah, dan ada tuntutan untuk tetap tenang ketika menghadapi lawan.
Shifa Anastasya membuktikannya dengan tampil sebagai juara pertama. Sementara Rima Novi Yanti menunjukkan bahwa perjuangan hingga podium ketiga juga merupakan sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.
Keduanya menjadi contoh bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan memberikan pengalaman berharga bagi masa depan.
Di bawah kepemimpinannya, Suparni mendorong agar prestasi siswa tidak berhenti pada satu kompetisi. Prestasi harus menjadi pemantik semangat untuk melahirkan prestasi-prestasi berikutnya.
Ia berharap keberhasilan Shifa dan Rima dapat memberikan inspirasi bagi siswa UPTD SMPN 1 Tragah lainnya.
“Jangan cepat puas dengan satu prestasi. Juara hari ini harus menjadi motivasi untuk berlatih lebih keras lagi. Bagi anak-anak yang belum mendapatkan juara, jangan merasa gagal. Terus berusaha karena setiap proses memiliki nilai dan setiap perjuangan akan membentuk karakter,” pesannya.
Menurutnya, sekolah harus mampu menciptakan suasana yang membuat siswa merasa bahwa prestasi adalah milik semua anak yang mau berusaha.
Karena itu, dukungan terhadap kegiatan olahraga dan pengembangan bakat siswa akan terus diperkuat melalui sinergi antara sekolah, guru, pembina, pelatih, orang tua dan peserta didik.
Keberhasilan dua siswi tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar UPTD SMPN 1 Tragah untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan pembinaan.
Bagi Suparni, keberhasilan Shifa dan Rima bukanlah garis akhir. Justru, podium yang telah mereka raih harus menjadi titik awal untuk menghadapi tantangan yang lebih besar. Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru dan pihak-pihak yang telah memberikan dukungan terhadap proses pembinaan peserta didik.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung anak-anak. Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kekompakan, kepedulian dan semangat yang sama untuk mengantarkan anak-anak menuju masa depan yang lebih baik,” Pungkasnya.
Semangat tersebut sekaligus menjadi gambaran kepemimpinan Suparni dalam membawa UPTD SMPN 1 Tragah. Kepala sekolah tidak hanya berdiri di belakang sebagai pemberi arahan, tetapi hadir sebagai penggerak, motivator dan teladan bagi seluruh warga sekolah.
Baginya, keberhasilan peserta didik merupakan bagian dari keberhasilan sekolah dalam menjalankan amanah pendidikan.
Prestasi Juara 1 Tanding kelas F SMP Putri yang diraih Shifa Anastasya dan Juara 3 Tanding kelas E SMP Putri oleh Rima Novi Yanti dalam cabang pencak silat O2P Bangkalan menjadi bukti bahwa siswa UPTD SMPN 1 Tragah mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Lebih dari sekadar medali, capaian tersebut membawa pesan bahwa kerja keras, disiplin, keberanian dan semangat pantang menyerah harus terus menjadi bagian dari budaya sekolah.





