Dapur Polres Bangkalan Disorot Tajam! Aruf Kenzo Desak Kapolres Turun Lapangan

SeputarDesa.Com, BANGKALAN – Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah naungan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Bangkalan 1 Mandung Kokop dan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Bangkalan menuai kritik destruktif dari elemen masyarakat, Rabu (4/3/2026).

 Aruf Kenzo, aktivis sekaligus Agent of Control sosial, melontarkan kecaman keras terkait temuan penyajian menu minimalis di Dapur Polres Bangkalan yang berlokasi di Desa Mandung, Kecamatan Kokop.

Aruf menilai pelaksanaan program ini terjebak dalam patologi birokrasi, di mana instansi terkait disinyalir hanya mengejar pemenuhan target administratif asal tersalurkan dan tercatat tanpa melakukan verifikasi substansial terhadap standar gizi dan kualitas komoditas pangan yang disajikan.

Dalam pernyataan tajamnya, Aruf menyoroti disparitas antara nilai ekonomis makanan di lapangan dengan estimasi anggaran negara. Ia menunjuk bukti fisik berupa potongan tahu dan ayam dengan ukuran mikro yang dinilai tidak merepresentasikan kelayakan gizi bagi anak-anak.

“Sangat memprihatinkan jika institusi di bawah naungan SPPG Polri menyajikan irisan tahu seharga Rp500 dan potongan ayam yang nilainya mungkin tidak mencapai Rp1.500. Logika pasar menunjukkan bahwa pembelian skala besar oleh dapur instansi seharusnya memberikan kualitas yang lebih baik, bukan justru menu minimalis yang seolah-olah mengindikasikan adanya pengurangan kualitas demi keuntungan oknum tertentu,” tegas Aruf.

Lebih lanjut, ia menyinggung fenomena “menu kamuflase” berupa pemberian empat butir anggur berukuran kecil. Secara akademis gizi, ia mempertanyakan komposisi tersebut apakah sudah memenuhi kaidah nutrisi makro dan mikro yang dibutuhkan dalam periode pertumbuhan anak, atau sekadar syarat visual agar terlihat sebagai “menu sehat”.

Lebih lanjut, Aruf mendorong Kapolres Bangkalan untuk memimpin langkah audit performa dan evaluasi berkala terhadap kinerja dapur SPPG di wilayah Kokop Khususnya Dapur Polres. Langkah ini dipandang sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab institusi terhadap kepercayaan publik.

“Kami yakin dengan kepemimpinan yang responsif, Polres Bangkalan mampu menyempurnakan manajemen dapur ini. Solusinya adalah penguatan kontrol kualitas (quality control) yang ketat dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan agar program mulia ini mencapai tujuan utamanya: mencetak generasi yang sehat dan cerdas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *