Berani Kasih Menu Basi ke Siswa Kokop? Aruf Kenzo Siap Viralkan dan Laporkan ke BGN!

SeputarDesa Com, BANGKALAN Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Mano’an, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan mendapat sorotan tajam dari tokoh pemuda setempat, Aruf Kenzo.

Dirinya memperingatkan seluruh mitra penyedia (dapur) untuk menjaga kualitas dan kuantitas makanan demi menjaga pemenuhan gizi para siswa.

Aruf Kenzo menegaskan tidak akan menoleransi adanya menu minimalis, pengurangan porsi anggaran, apalagi penyajian makanan yang tidak layak konsumsi seperti makanan basi atau busuk.

“Saat ini saya tidak akan lagi mentolerir keburukan dalam penyajian dan pendistribusian menu mbg kepada siswa. Bila sudah buruk atau pengorangan porsi anggaran, maka saya LAPORKAN saja ke Satgas Badan Gizi Nasional,” tuturnya.

Sebagai representasi suara masyarakat Mano’an, ia mengaku siap mengawal ketat program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini. Semua Dia lakukan semata-mata demi adik-adik tingkat nya, khususnya warga generasi bangsa yang ada di desanya sendiri.

“Saya tidak peduli dapur itu milik siapa. Fokus utama saya adalah memastikan generasi bangsa, khususnya adik-adik siswa di Desa Mano’an, mendapatkan asupan gizi yang layak dan sejahtera sesuai komitmen presiden,” ujar Aruf, Jumat (15/5/2026).

Langkah tegas akan diambil jika dirinya menerima aduan langsung dari para siswa maupun wali murid terkait buruknya kualitas makanan.

Aruf mengancam akan memviralkan temuan tersebut dan melaporkannya langsung ke Satgas Badan Gizi Nasional (BGN) pusat melalui saluran pengaduan resmi.

Pilihan melaporkan langsung ke tingkat pusat diambil karena Aruf menilai kinerja Satgas MBG tingkat Koordinator Wilayah (Korwil) maupun Koordinator Kecamatan (Korcam) di Kabupaten Bangkalan saat ini masih jauh dari kata maksimal.

“Mereka mungkin bekerja, tetapi hasilnya belum maksimal. Buktinya, permasalahan berulang terkait cara penyajian, kualitas, hingga kuantitas menu di lapangan masih sering kali terjadi,” ungkap nya.

Melalui peringatan terbuka ini, seluruh mitra dapur MBG di wilayah Kecamatan Kokop diimbau melakukan pemeriksaan ketat terhadap kelayakan sajian sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah guna menghindari sanksi administratif dan hukum.

“Saya pribadi tidak mau adik-adik tingkat saya menjadi korban banjakan anggaran menu mbg, apalagi korban menu busuk dan basi,” tegas Aruf menutup pernyataannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *