Sholeh Abdi Jaya & LSM Khabertana: Kritik Bukan Musuh Pemerintah, Tapi Tameng Bagi Rakyat yang Tak Berdaya!

SeputarDesa.Com, BANGKALAN – Tokoh masyarakat Bangkalan, Sholeh Abdi Jaya, mengajak masyarakat untuk tidak takut menyuarakan aspirasi dan kritik terhadap berbagai tindakan yang dinilai merugikan kepentingan rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui kolom komentar pada akun TikTok Aruf Kenzo yang selama ini dikenal sebagai salah satu wadah penyampaian aspirasi masyarakat, pada Sabtu (13/06/2026).

Dalam komentarnya, Sholeh Abdi Jaya menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh memilih diam ketika menemukan adanya tindakan yang merugikan kepentingan publik.

“Masyarakat harus berani bersuara, jangan diam jika ada tindakan dari pihak manapun yang merugikan masyarakat. Jika kita terus diam, penindasan akan semakin dahsyat,” tulisnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sikap apatis dan pembiaran terhadap berbagai persoalan sosial dapat membuka ruang bagi pihak-pihak yang memiliki kekuatan untuk terus menekan kelompok yang dianggap lemah.

“Yang kuat akan menginjak yang lemah. Ayo bergerak, jangan diam karena merasa dirinya aman. Jika kita terus diam, hanya menunggu giliran. Yang kuat akan terus menindas rakyat yang dianggap lemah,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari sejumlah pengguna media sosial yang menilai bahwa partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan berbagai kebijakan publik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Khabertana, Abdussalam, menyatakan dukungan dan apresiasinya terhadap pesan yang disampaikan Sholeh Abdi Jaya.

Menurutnya, keberanian masyarakat dalam menyampaikan kritik dan masukan yang konstruktif sangat diperlukan demi mendorong pembangunan yang lebih baik.

“Saya sangat setuju dan memberikan apresiasi terhadap pernyataan tokoh masyarakat Bangkalan, Bapak Sholeh Abdi Jaya. Kita memang harus berani bersuara dan memberikan kritik yang positif guna mendukung program-program pembangunan yang ada, khususnya di Kabupaten Bangkalan,” ujar Abdussalam.

Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan secara santun, objektif, dan berdasarkan fakta merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kemajuan daerah, bukan semata-mata bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam memberikan masukan dan melakukan kontrol sosial merupakan bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta berpihak kepada kepentingan rakyat.

Melalui pesan tersebut, Sholeh Abdi Jaya dan Abdussalam sama-sama berharap masyarakat semakin aktif dalam menyampaikan pendapat, kritik, maupun laporan terkait berbagai persoalan yang dihadapi, sehingga tercipta kontrol sosial yang sehat dan mampu mendorong terwujudnya keadilan serta pembangunan yang lebih baik di Kabupaten Bangkalan.

Sementara itu, akun TikTok Aruf Kenzo selama ini kerap menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, dan masukan terkait isu-isu sosial, pelayanan publik, hingga pembangunan di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *