Rotasi 16 Kepala Puskesmas, Kadinkes Beri Pesan Tekankan Kepemimpinan dan Pelayanan Berorientasi Masyarakat

Seputardesa.Com, BANGKALAN — Pemerintah Kabupaten Bangkalan melantik 16 Kepala Puskesmas dalam rangka penyegaran organisasi sekaligus memperkuat kualitas manajemen dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Agung Bangkalan, Jumat (25/09/2026).

Pergantian kepemimpinan di sejumlah Puskesmas ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari dinamika organisasi, tetapi juga momentum untuk menghadirkan energi baru, inovasi baru, serta peningkatan kinerja pelayanan kesehatan di masing-masing wilayah kerja.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, Sp. Rad., menegaskan bahwa jabatan Kepala Puskesmas memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan kesehatan benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar proses pergantian maupun penyegaran jabatan. Lebih dari itu, momentum tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Kesehatan untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian atau penyegaran jabatan, tetapi merupakan bagian dari upaya kita untuk terus memperkuat manajemen dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Bangkalan,” tegasnya.

Dr. Nunuk meminta para Kepala Puskesmas yang baru dilantik agar tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing. Menurutnya, seorang pemimpin Puskesmas harus memahami karakteristik wilayah, masyarakat, maupun tim yang dipimpinnya.

“Kepada para Kepala Puskesmas yang baru, kami berpesan agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah masing-masing. Kenali wilayahnya, kenali masyarakatnya, kenali timnya, dan pahami persoalan kesehatan yang ada di wilayah kerja masing-masing,” katanya.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan di tingkat Puskesmas tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan administratif. Kepala Puskesmas harus mampu hadir sebagai pemimpin yang dekat dengan persoalan masyarakat dan mampu menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki.

“Kami berharap Kepala Puskesmas tidak hanya kuat dalam administrasi, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang hadir di lapangan, membangun tim, mendengarkan masyarakat, dan menyelesaikan persoalan secara cepat dan tepat,” lanjutnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan juga mendorong para Kepala Puskesmas untuk menjadikan kompleksitas tantangan kesehatan saat ini sebagai ruang untuk memperkuat inovasi dan kolaborasi.

Menurut dr. Nunuk, pelayanan kesehatan membutuhkan kepemimpinan yang mampu membaca perubahan, membangun kerja sama, serta memastikan setiap program yang dijalankan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

“Tantangan pelayanan kesehatan saat ini semakin kompleks. Karena itu, kami mendorong seluruh Kepala Puskesmas untuk terus melakukan inovasi, memperkuat kolaborasi, meningkatkan mutu pelayanan, serta memastikan program-program kesehatan benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Ia secara khusus menekankan pentingnya penguatan berbagai program prioritas kesehatan, termasuk Cek Kesehatan Gratis, Integrasi Layanan Primer (ILP), penguatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta pelayanan promotif dan preventif.

“Khususnya dalam pelaksanaan program prioritas seperti Cek Kesehatan Gratis, Integrasi Layanan Primer, penguatan JKN, pelayanan promotif dan preventif, serta program kesehatan lainnya,” jelas dr. Nunuk.

Lebih lanjut, dr. Nunuk berharap pelantikan 16 Kepala Puskesmas tersebut mampu menjadi titik awal lahirnya semangat dan kinerja baru dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangkalan.

“Harapan kami sederhana: setelah pelantikan ini, harus ada energi baru, semangat baru, dan kinerja yang semakin baik,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa jabatan Kepala Puskesmas bukan sekadar posisi struktural, melainkan sebuah amanah yang menuntut tanggung jawab kepemimpinan dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat.

“Jadi, jabatan ini bukan hanya sebuah kepercayaan, tetapi juga sebuah amanah dan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Bangkalan,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin Puskesmas pada akhirnya tidak semata-mata dilihat dari banyaknya program atau kegiatan yang dilaksanakan. Ukuran terpenting adalah sejauh mana pelayanan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Selamat kepada seluruh Kepala Puskesmas yang dilantik. Segera beradaptasi, segera bergerak, dan mari bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangkalan,” tutur dr. Nunuk.

“Karena keberhasilan kita bukan diukur dari banyaknya kegiatan yang kita lakukan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *