SeputarDesa.Com, BANGKALAN – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kelompok Pemerhati Mangrove Madura, bersama Muspika Kecamatan Sepulu, dan Pemerintah Desa Labuhan Sepulu melaksanakan kegiatan penanaman 5.000 pohon mangrove. Kegiatan berlokasi di kawasan Taman Wisata Mangrove, Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, sekitar pukul 15.00 WIB Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Sepulu, Pemerintah Desa Labuhan, pegiat lingkungan, kelompok pemerhati mangrove, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam upaya pelestarian kawasan pesisir.
Camat Sepulu, Hosun M., menjelaskan bahwa penanaman mangrove merupakan salah satu langkah nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan keseimbangan ekosistem di wilayah perairan pesisir Pantai Labuhan melalui penguatan keanekaragaman hayati yang ada di kawasan tersebut,” ujar Hosun.
Menurutnya, kawasan pesisir memiliki peran penting sebagai habitat berbagai jenis biota laut yang perlu dijaga keberlangsungannya melalui konservasi yang berkelanjutan.
“Mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat besar, tidak hanya sebagai habitat berbagai organisme laut, tetapi juga sebagai penyangga alami yang mampu menjaga kestabilan lingkungan pesisir,” katanya.
Selain menjaga ekosistem, keberadaan mangrove juga dinilai efektif dalam mengurangi dampak abrasi yang selama ini menjadi ancaman bagi kawasan pantai.
“Penanaman mangrove ini juga bertujuan menjaga garis pantai dari abrasi dan berbagai bentuk kerusakan lingkungan lainnya yang dapat mengancam kehidupan masyarakat pesisir,” lanjut Hosun.
Ia menambahkan, jenis tanaman mangrove dipilih karena memiliki karakteristik yang sesuai dengan kondisi geografis wilayah pesisir Desa Labuhan Sepulu.
“Mangrove dipilih karena merupakan vegetasi yang paling cocok untuk kawasan pesisir pantai. Selain mudah beradaptasi, manfaatnya juga sangat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” jelasnya.
Hosun berharap program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi masyarakat.
“Kami berharap ke depan akan tercipta perkembangan biota laut yang lebih baik sehingga dapat mendukung peningkatan nilai ekonomi masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan program penghijauan tersebut.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Pohon yang ditanam hari ini harus dijaga bersama agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tegas Hosun.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan, Achmad Siddik, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Saya mengajak seluruh warga masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dan melakukan penghijauan, terutama pada lahan-lahan yang gundul. Upaya ini penting untuk mewujudkan Bangkalan yang sehat, hijau, dan berkelanjutan,” kata Achmad Siddik.
Kegiatan penanaman 5.000 pohon mangrove tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah, komunitas lingkungan, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian sumber daya alam serta memperkuat ketahanan lingkungan pesisir Kabupaten Bangkalan.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, para peserta berharap gerakan penghijauan dan pelestarian mangrove tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.







