SeputarDesa.Com, BANGKALAN – Akun TikTok resmi Puskesmas Kokop menjadi sorotan setelah sebuah komentar berisi masukan terkait pelayanan kesehatan yang disampaikan oleh seorang warganet tidak mendapatkan respons hingga beberapa hari sampai sekarang, Rabu (03/06/2026).
Pemilik akun TikTok bernama Mas Asis diketahui menuliskan komentar pada unggahan akun TikTok Puskesmas Kokop dengan menyampaikan kritik dan masukan terkait pelayanan kepada masyarakat.
Dalam komentarnya, Pemilik akun TikTok bernama Mas Asis menulis:
“Sekedar masukan aja, pelayanannya lebih diperbaiki. Banyak masyarakat yang mengeluh terhadap pelayanan Puskesmas Kokop.”
Komentar tersebut telah diunggah sekitar dua hari yang lalu. Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya tanggapan ataupun klarifikasi dari pihak pengelola akun TikTok Puskesmas Kokop.
Kondisi tersebut memunculkan perhatian sejumlah pihak karena media sosial saat ini menjadi salah satu sarana komunikasi publik yang efektif untuk menerima aspirasi, kritik, maupun saran dari masyarakat.
Pegiat media sosial dan konten kreator asal Kecamatan Kokop, Aruf Kenzo, mengaku menyayangkan tidak adanya respons terhadap masukan yang telah disampaikan oleh masyarakat melalui kolom komentar tersebut.
Menurutnya, setiap kritik dan saran yang disampaikan publik seharusnya menjadi bahan evaluasi serta mendapatkan perhatian dari pengelola akun resmi instansi pemerintah.
“Media sosial bukan hanya tempat publikasi kegiatan, tetapi juga ruang komunikasi dua arah antara instansi dan masyarakat. Ketika ada warga yang menyampaikan masukan secara baik, seharusnya ada respons atau setidaknya ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan,” ujar Aruf Kenzo.
Ia menilai sikap diam terhadap kritik yang disampaikan masyarakat dapat menimbulkan kesan bahwa aspirasi publik diabaikan.
“Masyarakat menyampaikan keluhan dan masukan karena berharap ada perbaikan. Jika tidak ada respons sama sekali, tentu dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Aruf juga berharap pengelola media sosial instansi pemerintah, khususnya fasilitas pelayanan kesehatan, dapat lebih aktif dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Era digital menuntut keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik. Akun resmi pemerintah harus mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan pelayanan publik, bukan hanya sekadar etalase kegiatan,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola akun TikTok Puskesmas Kokop terkait komentar dan masukan yang disampaikan oleh warganet tersebut.
Redaksi akan tetap meminta keterangan resmi dari pihak puskesmas kokop, hingga masyarakat memberikan masukan dan keritik tidak ngambang tanpa respon.







